Minggu, 12 Oktober 2014

R I S A U

Diam... Mungkin saat ini hanya itu yang bisa kulakukan.  Tak tau apakah itu tindakan yang benar atau salah. Jujur saja aku benar-benar tak mengerti dengan keadaan ini.
Rasanya seperti ada tembok besar yang berdiri kokoh tepat berada di tengah-tengah kita, menghalangi pandangan mataku yang tanpa kusadari selalu tertuju padamu meskipun aku sendiri tak tau apakah dibalik tembok besar itu pandanganmu juga tertuju padaku.

Entah mengapa saat dihadapanmu mulut ini mendadak bungkam, tak ada ucapan, tanpa kata. Tapi dibalik mulutku yang tertutup rapat, ada ribuan teriakkan kata yang terucap keras dari lubuk hatiku. Perasaanku tak pernah berhenti berteriak mengucap beribu kata untukmu. Namun sekencang-kencangnya  batinku menjerit, kau pun tak akan pernah mampu mendengranya sekalipun hanya dengan suara lirih. Tak akan pernah...


8 komentar:

  1. Ayeeeeeeeeee, ini sebuah fiksi ya? atau rumusan kata2. "Ahhh, sudahlah."

    Sebuah cerita tentang rasa yang tak kunjung terungkap. Harusnya liat dulu temboknya pake semen apa? Biar bisa ditembus pandangannya. :)

    BalasHapus
  2. ketika diam tak kunjung melegakan hati yang risau, bicaralah. ketika bibir tak mampu berucap, tuliskanlah. meski hanya dirimu saja yang tau apa yang tertulis. suatu saat, mungkin semua ungkapan hati itu akan berguna, ketika kelegaan telah melenyapkan kerisauan. :)
    jangan dipendam, ceritakan walau hanya tulisan.

    BalasHapus
  3. Diam itu emas, dalam berbagai kasus...mulutmu harimaumu...

    BalasHapus
  4. Kata-katanya bagus. Puitis.

    Kalo dekat dia, udah ngomong aja. Perasaan jangan dipendam. Nanti sakit. :)

    BalasHapus
  5. Tulisannya keren... kata-katanya juga ngena..... ini fiksi apa nonfiksi ? -_-" bingung bedainnya hehe
    Kalo nonfiksi, cuma mau ngasih saran aja, jika gak bisa mengungkapkan dengan kata-kata, coba lewat media lain, sperti SMS atau WA *eh
    Salam kenal :D

    BalasHapus
  6. Hhmmm... kayaknya ada cinta terpendam lagi niih :D aku juga pernah ngerasin posisi itu kok... kalau kata temen aku sih mau gak mau harus nunjukin sedikit kode biar gak terlalu makan hati. Cuma aku sama sekali gak ngasih respon :D dan itu hanya cinta-cintaan. Gak cinta yang sesungguhnya. Jaman tlah bergantiii :D

    BalasHapus
  7. udah solusinya biar dia tau itu kalo lo ga bisa mengungkapkannya dengan berbicara kasih tau dia lewat chat aja atau sms. :'D atau kode apalah gitu, hoho

    BalasHapus
  8. ga semua bisa diungkapkan, tapi kalau bisa diungkapkan kenapa ga'?
    kalau emang susah minta dia baca blog ini, mungkin dia akan menyadari sesuatu :D

    BalasHapus